Pengharapan dan Kuasa Doa di Tengah Penderitaan

Oleh : Daniel Dowansiba, S.Th
Nats Alkitab: Roma 8:17–21, 26–28
Pendahuluan
Penderitaan dan kelemahan adalah realitas kehidupan yang tidak bisa dihindari oleh siapa pun, termasuk orang percaya. Penderitan juga merupakan proses yang diijinkan Allah untuk kita terus belajar untuk bertumbuh dalam Iman dan semakin bergantung kepada Allah. Ketika berada di masa sulit, kita sering kehabisan kata-kata, merasa letih, merasa putus asa dan bingung bagaimana harus berdoa secara tepat.
Melalui Roma 8, Rasul Paulus memberikan pengharapan teguh bahwa penderitaan saat ini tidak sebanding dengan kemuliaan kekal yang akan datang, serta memberikan penghiburan bahwa Roh Kudus sendiri siap menopang kita dalam kelemahan kita.
Bagaimana kita dapat memiliki Pengharapan dan Kuasa Doa di Tengah Penderitaan?
Ada 3 hal yang kita belajar:
1. Milikilah Pengharapan kekal yang Mengalahkan Penderitaan (Ayat 17–18)
Perspektif Kekal: Kita adalah Anak Allah maka kita adalah ahli waris Kerajaan Allah, Kita akan dimuliakan Bersama dengan Kristus saat kita sudah percaya kepada Kristus. Penderitaan yang kita alami hari ini bersifat sementara dan tidak sebanding dengan kemuliaan kekal yang Allah sediakan bagi orang percaya.
2. Milikilah pengharapan akan Peran Roh Kudus (Ayat 15-16, 26–27)
•Kelemahan Manusia: Sering kali kita merasa bingung, lelah, atau tidak tahu cara berdoa yang benar sesuai kehendak Allah di tengah badai hidup, kadang kita putus asa dan seakan-akan hilang harapan.
•Perantaraan Roh: Roh Kudus sendiri yang berdoa untuk kita dengan ‘keluhan-keluhan yang tidak terucapkan.’ Ia menyelaraskan isi hati dan kerinduan kita dengan kehendak Allah yang sempurna.
Roh Kuduslah yang membuat kita dapap menjadikan kita Anak Allah dan oleh Roh itu kita dapat berseru “Ya Abba, Ya Bapa,”( Ay 15-16), Roh Kudus itulah yang mendoakan kita dengan segala pergumulan kita kepada Allah, dan Allah yang menyelidiki hati Nurani orang percaya akan mengetahuinya (ay 18-19). Roh Kudus akan selalu ada untuk menolong dan mendoakan setiap orang percaya.
3. Milikilah Pengharapan akan Jaminan Kebaikan dalam Rencana Allah yang Kekal (Ayat 28)
•Penyelenggaraan Ilahi: Allah tidak pernah membiarkan satu hal pun terjadi secara kebetulan atau tanpa arah dalam hidup orang percaya termasuk Penderitaan dan proses yang diijinkan Tuhan terjadi dalam kehidupan orang percaya.
Allah Berdaulat atas segalanya, Allah memberikan Roh Kudus dalam hati setiap orang Percaya, sehingga Mereka Mampu melewati proses yang diijinkan Tuhan, dan saat orang percaya tidak mampu menjelaskan penderitaan yang dialami dalam kata-kata saat berdoa maka Roh Kuduslah yang akan mendoakan setiap pergumulan yang dialami oleh setiap orang Percaya
•Tujuan Akhir: Allah merajut segala sesuatu—baik kesenangan maupun penderitaan—untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi-Nya dan terpanggil sesuai rencana-Nya yaitu Orang-orang yang telah percaya kepada Yesus Kristus dan hidup menurut Roh bukan daging (Ayat 1-13, Roh itu telah memberikan hak istimewa kepada orang Percaya yaitu sebagai anak Allah (Ay 15), sebagai Anak Allah kita berhak menerima ahli waris dan berhak menerima Janji-Janji Allah (ayat 17a)
Janji Allah ialah setiap orang percaya yang juga ikut menderita bersama Kristus, setia kepada Kristus dan Taat keoada Kristus akan dimuliakan bersama dengan Kristus (ayat 17b, 29-30). Tidak ada hal lain yang lebih indah dibandingkan dengan dimuliakan bersama Yesus Kristus, Anak Allah Yang Maha Tinggi, Maha Kuasa dan Raja Damai Yang Kekal.
KESIMPULAN
Apapun Proses yang diijinkan Allah dalam kehidupan kita—baik kesenangan maupun penderitaan— Jangnlah hilang Harapan, karena apa pun yang kita alami di dunia ini hanya sementara, karena suatu kelak kita akan dipermuliakan bersama Kristus di surga yang kekal.
Oleh sebab itu milikilah 3 hal ini dalam kehidupan kita:
1.Milikilah Pengharapan kekal yang Mengalahkan Penderitaan (Ayat 17–18)
Penderitaan yang kita alami bersifat sementara, tetapi kemuliaan yang kita terima bersama Kristus bersifat kekal
2.Milikilah pengharapan akan Peran Roh Kudus yang selalu medoakan kita saat kita lemah (Ayat 15-16, 26–27)
Roh Kudus Yang Mengetahui penderitan, proses yang kita alami dan Roh Kudus yang mengetahui kedalaman hati kita akan mendoakan kita kepada Allah
3.Milikilah Pengharapan akan Jaminan Kebaikan dalam Rencana Allah yang Kekal (Ayat 28)
Alla Mengijinkan segala hal terjadi, Namun Allah yang mengendalikan segalanya, Allah yang berdaulat atas segalanya, dan Allah yang mengetahui semua Rencana-Nya, Dia sendiri akan memuliakan orang-orang yang dipanggil-Nya (Yaitu orang Percaya) dan memuliakan mereka bersama Kristus Anak Allah Yang Maha Tinggi, Maha Kuasa dan Raja Damai Yang Kekal, Amin…