TENTUKAN PILIHAN DALAM MELAYANI TUHAN

Yosua 24:15 “Tetapi aku dan seisi rumahku, kami akan beribadah kepada TUHAN!”
Renungan
Dalam kehidupan ini, kita selalu diperhadapkan dengan pilihan. Demikian juga dalam hal melayani Tuhan. Kita tidak bisa terus-menerus berada di tengah-tengah: mau melayani Tuhan, tetapi pada saat yang sama masih lebih mengutamakan kepentingan diri sendiri.
Yosua memberikan sebuah keputusan yang tegas: “Aku dan seisi rumahku, kami akan beribadah kepada TUHAN!”
Yosua tidak hanya berbicara tentang apa yang harus dilakukan orang lain. Ia terlebih dahulu menentukan pilihannya sendiri. Ia berkata, “Aku…” Artinya, pelayanan kepada Tuhan dimulai dari keputusan pribadi.
1. Tentukan siapa yang menjadi prioritas hidup kita
Melayani Tuhan berarti menempatkan Tuhan sebagai yang utama. Jabatan, pekerjaan, keluarga, usaha, dan berbagai kesibukan adalah bagian penting dalam kehidupan, tetapi semuanya tidak boleh menggantikan tempat Tuhan.
Matius 6:33 mengingatkan kita untuk mencari dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya.
2. Jangan melayani hanya ketika keadaan mudah
Ada kalanya pelayanan penuh sukacita, tetapi ada juga masa ketika kita kecewa, lelah, tidak dihargai, atau menghadapi berbagai tantangan.
Namun, pilihan untuk melayani Tuhan bukanlah pilihan yang hanya berlaku ketika semuanya berjalan baik.
Galatia 6:9 berkata agar kita jangan jemu-jemu berbuat baik.
Ketika kita sudah menentukan pilihan untuk Tuhan, jangan mudah mundur hanya karena keadaan.
3. Pelayanan membutuhkan komitmen
Tuhan tidak hanya mencari orang yang memiliki kemampuan, tetapi orang yang bersedia dan setia.
Mungkin kita merasa kemampuan kita kecil. Mungkin pelayanan kita tidak terlihat banyak orang. Tetapi ketika dilakukan dengan hati yang tulus, Tuhan melihatnya.
1 Korintus 15:58 mengingatkan bahwa jerih payah kita dalam pekerjaan Tuhan tidak sia-sia.
Penutup
Hari ini kita perlu bertanya kepada diri sendiri:
“Sudahkah saya menentukan pilihan untuk sungguh-sungguh melayani Tuhan?”
Jangan hanya menjadi orang yang senang menerima berkat Tuhan, tetapi jadilah orang yang juga mau dipakai menjadi berkat bagi orang lain.
Seperti Yosua berkata:
«“Aku dan seisi rumahku, kami akan beribadah kepada TUHAN.”»
Kiranya kita juga dapat berkata dengan iman:
“Tuhan, saya memilih Engkau. Saya memilih untuk melayani-Mu. Dalam keadaan apa pun, saya mau tetap setia.”
Doa
Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau telah memanggil kami untuk menjadi pelayan-Mu. Tolong kami untuk menentukan pilihan yang benar, menempatkan Engkau sebagai yang terutama, dan tetap setia dalam pelayanan sekalipun menghadapi tantangan. Pakailah hidup kami menjadi berkat bagi keluarga, gereja, dan banyak orang. Dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa. Amin.