Buka Konferensi PGGPB Kota Manokwari, Bupati Hermus Indou Dorong Sinergi Gereja dan Pemerintah

MANOKWARI — Bupati Manokwari Hermus Indou, S.IP., M.H., secara resmi membuka Konferensi Persekutuan Gereja-Gereja Papua Barat (PGGPB) Kota Manokwari ke-I, yang berlangsung di Aula Kantor PGGPB Provinsi Papua Barat, Sowi, Manokwari, Senin (7/9/2026).
Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 10.00 WIT tersebut dihadiri sekitar 200 peserta, yang merupakan perwakilan dari berbagai denominasi gereja di Kota Manokwari.
Konferensi perdana PGGPB Kota Manokwari ini menjadi momentum penting untuk memperkuat kebersamaan gereja sekaligus membangun sinergi dengan pemerintah daerah dalam menghadapi berbagai persoalan sosial yang berkembang di tengah masyarakat.
Dalam sambutannya, Bupati Hermus Indou menyampaikan sejumlah hal terkait pembangunan dan kehidupan sosial masyarakat di Kabupaten Manokwari. Ia juga menekankan pentingnya peran gereja sebagai mitra pemerintah dalam menjaga kehidupan masyarakat yang aman, tertib dan kondusif.
Bupati Singgung Perda Minol
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Hermus turut memaparkan secara singkat mengenai Peraturan Daerah (Perda) tentang Minuman Beralkohol (Minol).
Ia berharap gereja dapat memberikan dukungan terhadap kebijakan pemerintah daerah tersebut, terutama dalam upaya mengendalikan peredaran serta penjualan minuman beralkohol yang dilakukan secara ilegal.
Menurutnya, penanganan persoalan minuman keras tidak cukup hanya mengandalkan pemerintah dan aparat penegak hukum. Dibutuhkan dukungan berbagai elemen masyarakat, termasuk gereja.
Bupati juga menyampaikan bahwa dalam upaya penertiban penjualan minuman keras ilegal, pemerintah akan melibatkan pihak gereja, termasuk PGGPB Kota Manokwari.
Pelibatan gereja diharapkan dapat memperkuat upaya pemerintah dalam melakukan pencegahan dan penertiban, sekaligus mendorong pembinaan masyarakat melalui pendekatan keagamaan.
Gereja dan Pemerintah Perlu Berjalan Bersama
Bupati Hermus menilai gereja memiliki posisi strategis dalam kehidupan masyarakat. Selain menjalankan tugas pelayanan dan pembinaan iman, gereja juga memiliki tanggung jawab sosial untuk ikut memberikan kontribusi bagi pembangunan daerah.
Karena itu, sinergi antara pemerintah dan gereja dinilai penting untuk menjawab berbagai tantangan yang dihadapi masyarakat Manokwari.
Konferensi PGGPB Kota Manokwari ke-I sendiri diharapkan dapat menjadi ruang untuk memperkuat persatuan, membangun komunikasi lintas denominasi, serta merumuskan langkah-langkah pelayanan yang berdampak bagi jemaat dan masyarakat luas.
Dengan dihadiri sekitar 200 peserta dari berbagai denominasi gereja, konferensi ini sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat peran gereja sebagai bagian penting dari pembangunan kehidupan sosial dan kemasyarakatan di Kota Manokwari.
Usai pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan agenda konferensi dan pembahasan berbagai program organisasi serta pelayanan PGGPB Kota Manokwari ke depan.