Tantangan Tidak Membuat Kita Lemah Jika Ada Kristus

Ayat Utama: Filipi 4:13
“Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku.”
Pendahuluan
Setiap orang pasti menghadapi tantangan. Ada tantangan dalam keluarga, pekerjaan, pelayanan, ekonomi, maupun kehidupan pribadi. Tantangan sering kali membuat kita takut, kecewa, bahkan merasa tidak sanggup.
Tetapi sebagai orang percaya, kita memiliki satu keyakinan: kita tidak berjalan sendirian. Ada Kristus yang memberikan kekuatan. Tantangan boleh besar, tetapi Kristus jauh lebih besar daripada tantangan kita.
- Tantangan Tidak Menentukan Kekuatan Kita
1.1 Tantangan boleh datang, tetapi iman jangan menyerah
Masalah bukan tanda bahwa Tuhan meninggalkan kita. Justru dalam situasi sulit, kita belajar untuk semakin bergantung kepada Tuhan.
Ketika kekuatan manusia terbatas, di situlah kita belajar mengalami pertolongan Tuhan. Jangan melihat masalah hanya dengan mata jasmani, tetapi lihatlah dengan iman bahwa Tuhan masih bekerja di tengah keadaan yang kita hadapi.
1.2 Kelemahan menjadi kesempatan mengalami kekuatan Kristus
Kadang Tuhan mengizinkan kita berada dalam keadaan yang tidak mampu kita selesaikan dengan kekuatan sendiri. Bukan supaya kita hancur, tetapi supaya kita belajar bersandar kepada-Nya.
2 Korintus 12:9 mengingatkan bahwa kuasa Kristus menjadi sempurna dalam kelemahan.
Jangan malu dengan kelemahan kita. Bawalah kelemahan itu kepada Kristus.
2. Bersama Kristus Kita Mampu Melewati Tantangan
2.1 Kristus memberikan kekuatan untuk tetap berdiri
Kekuatan orang percaya bukan berarti tidak pernah menangis atau merasa takut. Kekuatan adalah ketika kita tetap memilih percaya kepada Tuhan sekalipun keadaan belum berubah.
Mungkin hari ini kita sedang menghadapi jalan yang berat. Jangan berhenti. Pegang tangan Tuhan dan terus melangkah.
Karena kita tidak berjalan dengan kekuatan sendiri. Kristus berjalan bersama kita.
2.2 Kristus mengubah tantangan menjadi kesaksian
Apa yang hari ini menjadi air mata, suatu hari dapat menjadi kesaksian tentang kesetiaan Tuhan.
Daud menghadapi Goliat, Daniel menghadapi singa, dan murid-murid menghadapi badai. Mereka memiliki satu hal yang sama: Tuhan hadir bersama mereka.
Demikian juga dengan kehidupan kita. Tantangan yang kita lewati bersama Kristus dapat menjadi kesaksian bagi keluarga, jemaat, dan orang-orang di sekitar kita.
Penutup
Saudara-saudara, tantangan tidak selalu dapat kita hindari, tetapi kita tidak harus menghadapinya sendirian.
Jangan berkata, “Saya tidak sanggup.”
Tetapi katakan:
“Saya mungkin lemah, tetapi Kristus adalah kekuatan saya.”
Masalah boleh datang. Air mata boleh jatuh. Jalan boleh terasa berat. Tetapi selama Kristus ada bersama kita, kita memiliki alasan untuk tetap berdiri, tetap percaya, dan tetap melangkah.
Tantangan tidak membuat kita lemah jika Kristus menjadi kekuatan kita.
Amin.